Objek Wisata Green Canyon Pangandaran

Objek Wisata Green Canyon Pangandaran – Kawasan Ngarai Hijau Pangandaran | Green Canyon yang dikutip dari planet pangandarandotcom ini terletak di desa Kertayasa, Kec. Cijulang, Kab. Pandaran. Tempat wisata ini menjadi terkenal melalui perkataan seorang turis Perancis yang memberi Taneuh nama Green Canyon karena teringat dengan Grand Canyon di Amerika. Poin penting untuk diingat, ini tidak ada hubungannya dengan Grand Canyon secara historis atau geologis, lagi-lagi menurut turis asing yang membuat keduanya mirip adalah karena terdapat tebing tinggi yang mirip dengan Grand Canyon.

Kawasan wisata Green Canyon mudah ditemukan karena kawasan wisata ini terletak di jalan raya Pangandaran-Cimerak. Namun, jika Anda kesulitan menemukan jalan menuju Green Canyon, berikut panduan menuju Green Canyon:

Objek Wisata Green Canyon Pangandaran

Objek Wisata Green Canyon Pangandaran

Jika Anda bepergian dengan kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan (turis atau wanita tur), Anda dapat menggunakan bagian arah peta. Cukup ketikkan green canyon Pangandaran di Google kemudian klik referensi tersebut, maka Anda akan diarahkan ke aplikasi Google Maps atau Google Maps di browser Google Chrome, setelah itu Anda harus mengikuti petunjuk dari Google.

Ini 8 Tempat Wisata Pangandaran, Pemandangannya Sangat Indah

Setelah sobat travelling sampai di Terminal Pangandaran, untuk menuju Green Canyon bisa dilanjutkan dengan naik angkot menuju Terminal Cijulang, lalu bisa menggunakan ojek untuk menuju Green Canyon kurang lebih 5 menit.

Dikutip dari travellkompasdotcom, aktivitas di Green Canyon dikendalikan oleh aktivitas air di sungai. Salah satu aktivitas yang bisa Anda coba adalah berperahu di Sungai Cijulang.

Menurut Deden, kegiatan wisata air ini menelan biaya Rp 200.000 per perahu dan bisa diisi enam orang. Pekerjaan ini memakan waktu sekitar 30 sampai 45 menit dari keberangkatan ke rumah. Body rafting merupakan aktivitas lain yang bisa dipilih wisatawan di kawasan wisata Green Canyon. Body Rafting adalah olahraga air yang pada dasarnya mirip dengan arung jeram atau arung jeram, namun tidak menggunakan rakit atau dayung.

Berpartisipasi dalam kegiatan ini memungkinkan wisatawan untuk menjelajahi keindahan sungai dengan menggunakan peralatan keselamatan yang biasa antara lain: helm, geladak dan jaket pelampung. Kita tidak perlu khawatir dibimbing oleh pemimpin yang berpengalaman dalam pekerjaan kita. Untuk bentuk rafting ini ada paket untuk rombongan yang bisa diisi oleh lima orang, dengan harga per orang Rp 225.000. Harga tersebut sudah termasuk tiket masuk Green Canyon, layanan penjemputan, perlengkapan keamanan body climbing, dua pemandu, asuransi jiwa, makan siang dan penjemputan kapal setelah selesai melakukan aktivitas body climbing. “Hal-hal yang dipersiapkan wisatawan saat bermain di Green Canyon adalah pertama bersiap basah, kedua memakai baju siap basah, dan ketiga sarapan dulu”, kata Deden.

Serunya Berpetualang Di Green Canyon

Berikut ini pilihan restoran atau kafe yang kami rekomendasikan untuk bersantai sambil makan, antara lain:

Untuk kebutuhan oleh-oleh untuk dibawa pulang, ada banyak toko di dekat tempat parkir Green Canyon yang menawarkan pernak-pernik, pakaian, dan makanan khas soba yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan sebagai oleh-oleh untuk teman, orang tersayang, atau keluarga. Di rumah. Selain itu, di area parkir utama Green Canyon terdapat banyak penjual yang menjajakan berbagai macam jajanan yang mungkin tidak Anda temukan di kampung halaman Anda.

Seiring waktu, kami sangat merekomendasikan mengunjungi Green Canyon antara bulan Mei dan September. Karena pada bulan-bulan tersebut merupakan musim kemarau yang membuat air sungai menjadi jernih dan hijau serta arus sungai yang tidak terlalu deras, sehingga kita dapat menikmati keindahan alam Green Canyon secara maksimal.

Objek Wisata Green Canyon Pangandaran

Situs agen online yang selalu menawarkan harga terbaik dan berbagai pilihan hotel untuk liburan dan perjalanan bisnis Anda Pemandangan hutan tropis dan tebing yang dihiasi batu stalaktit di objek wisata Green Canyon Pangandaran. Foto: dokumen SDM

Misteri Dan Erosi Green Canyon Pangandaran

Green Canyon Pangandaran kini telah menjadi salah satu tujuan wisata paling populer di Indonesia. Namun dibalik terkenalnya wisata sungai di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ini, tersimpan kisah sejarah yang belum banyak diketahui orang.

Konon dibuka sebagai tempat wisata di hulu Sungai Cijulang dan diberi nama Green Canyon atau Cukang Taneuh.

Sebelum dibuka sebagai destinasi wisata, sungai di sebelah objek wisata Green Canyon Pangandaran ini memang dikenal angker. Bahkan penduduk setempat jarang berani menyeberangi sungai atau tepiannya.

Namun menurut legenda yang diyakini warga setempat, lingkungan alam di sepanjang objek wisata Green Canyon Pangandaran masih terjaga dengan baik.

Humas Kabupaten Pangandaran

Karena dengan adanya mitos tersebut tidak ada yang berani merusak alam, karena mereka takut dengan mitos dan ketakutan daerah yang sudah dipercaya secara turun-temurun.

Pemimpin Wisata Pangandaran, Asep Kartiwa, adalah salah satu orang pertama yang menjelajahi Cukang Taneuh di Sungai Cijulang yang kini menjadi objek wisata yang terkenal dengan keunikan alamnya.

Dalam perbincangan dengan HR Online baru-baru ini, Asep mengaku tidak menyangka Green Canyon Pangandaran kini menjadi salah satu tempat wisata paling populer dan unik di Indonesia.

Objek Wisata Green Canyon Pangandaran

Menurut Asep, aliran Sungai Cijulang yang kini menjadi objek wisata Green Canyon Pangandaran dulunya menjadi tempat berburu ular dan beyawak. Dia mengatakan dia adalah salah satu orang yang berburu di sungai.

Green Canyon Di Pangandaran

“Jarang sekali masyarakat berani memasuki kawasan sungai yang kini menjadi objek wisata di Green Canyon Pangandaran. Karena dulunya tempat ini dikenal sebagai tempat rakyat menderita,” katanya.

Asep menambahkan, orang yang suka berburu ular dan beyawak tidak akan pernah tahu takut. Terutama yang berkaitan dengan mitologi dan makhluk gaib.

“Bukannya kami tidak percaya hantu, tapi kalau niatnya baik atau tidak mengganggu dan merusak alam, Insya Allah tidak terjadi apa-apa,” katanya.

Asep juga mengaku tidak menemukan hal yang aneh atau misterius saat berburu di Sungai Cijulang. “Alhamdulillah saya tidak pernah bertemu jurig (roh), meskipun mereka berburu di malam hari,” katanya sambil tertawa.

Wisata Green Canyon Pangandaran Jawa Barat

Asep menjelaskan, awal mula sejarah Green Canyon Pangandaran menjadi daya tarik wisata ketika ia membawa rombongan 3 orang turis asing berbahasa Prancis dari Swiss untuk mengunjungi Sungai Cijalu dan Sungai Cijulang dengan menggunakan perahu.

Sekitar tahun 1989, saya bekerja di Hotel Sandaan Pangandaran dan bertemu turis asing. Seorang turis asing meminta saya untuk menemaninya ke tempat paling istimewa di Pangandaran,” ujarnya.

Menurut Asep, dirinya bingung saat diminta turis asing mencari tempat khusus di Pangandaran. Karena pada saat itu objek wisata di pangandaran hanya pantai.

Objek Wisata Green Canyon Pangandaran

“Saat itu terlintas dalam benak saya untuk mengajak wisatawan dari negara lain tempat saya biasa berburu ular dan beyawak. Lalu saya pasrah. Ternyata mereka tertarik bahkan memaksa saya untuk membawa mereka ke tempat itu”, ujarnya.

Green Canyon Pangandaran, Tak Perlu Ke Amerika, Cukup Di Pangandaran Saja

Asep juga kaget karena tiga turis asing dengan cepat menanggapi undangannya. Karena kebanyakan wisatawan mancanegara yang datang ke pangandaran selalu mencari tempat yang nyaman di pinggir pantai.

“Bagaimana mau diajak ke sungai yang dikelilingi hutan pinggir sungai yang masih alami. Kan saya bilang sungai itu berpenghuni. Tapi itu membuat mereka lebih tertarik,” ujarnya.

Akhirnya, lanjut Asep, petualangan bersama ketiga turis asing itu pun dimulai. Dari Pangandaran, rombongan naik bus Tasik-Cijulang. Sesampainya di terminal Cijulang, menginap di hotel di kawasan wisata Pantai Batu Karas Pangandaran.

Sekitar tahun 1989 belum ada hotel di Pantai Batu Karas. Hanya ada penginapan. Itupun jumlahnya sedikit. Saat itu kami menginap di Batu Karas Beach Cottage,” ujarnya.

Jalan2asik: Green Canyon Pangandaran, Jawa Barat

Keesokan harinya ada pesta sungai di Cijulang. Saat itu rombongan menggunakan perahu nelayan dan turun di Desa Margacinta.

Jejak petualangan dimulai di Sungai Cijalu. Kemudian masuk ke Pelabuhan Bojong Salawe hingga sampai di Sungai Cijulang.

Saat melewati Sungai Cijulang, kata Asep, tiga turis asing yang dibawanya selalu takjub saat melihat keindahan alam di sepanjang sungai.

Objek Wisata Green Canyon Pangandaran

Air jernih dari campuran air tawar dan air laut memberikan warna hijau yang membuat Kaukasus semakin spektakuler.

Green Canyon Pangandaran, Pesona Menakjubkan Di Aliran Sungai Cijulang

“Kami berangkat dari hutan nipah, hutan bakau, hingga hutan hujan yang kami lewati. Ikan-ikan besar kemudian terlihat jelas di bawah perahu kami,”

“Anda bisa melihat pemandangan hutan hujan dan tebing yang dihiasi stalaktit, burung berwarna-warni, ular, dan biota laut di sepanjang jalan,” katanya.

Asep melanjutkan, sesampainya di ujung sungai atau kawasan Cukang Taneuh, ketiga turis asing itu kembali terkejut.

Menurut Asep, ada kekaguman dari tiga turis mancanegara saat melihat dinding air terjun di ujung sungai. Gairah mereka bertambah ketika melihat stalaktit yang terus mengucurkan air.

Jump & Fun Green Canyon Pangandaran

“Namun, ada cerita lucu saat itu. Para nelayan yang menemani kami menjadi prihatin saat rombongan tiba di kawasan Cukang Taneuh. “Dia khawatir karena daerah ini diketahui dihuni dan dia takut terjadi sesuatu pada penduduk kulit putih,” katanya.

Ujar Asep, kemudian rombongan bertemu dengan warga sekitar. Saat perahu hendak menuju kawasan Cukang Taneuh, beberapa warga desa di tepi sungai berteriak. Mereka meminta rombongan untuk tidak memasuki kawasan tersebut.

“Apalagi ketika melihat kami datang dengan sekelompok orang kulit putih. Mereka terus berteriak; Kau mau dibawa kemana orang bule itu? Jangan digantung sana dan akan banyak kata-kata yang keluar dari mulut mereka,” ujarnya.

Objek Wisata Green Canyon Pangandaran

Mendengar perkataan warga, lanjut Asep, dia tidak jadi menginap. Karena kawasan sungai ini sering dikunjungi saat berburu ular dan beyawak.

Paket Wisata Pangandaran 2020

“Hal yang mengejutkan adalah tidak sedikit ekspresi ketakutan di wajah Kaukasus. Mereka senang dan ingin tinggal di kawasan Cukang Taneuh,” ujarnya.

Yang lebih mengejutkan lagi, kata Asep, ketika bule tersebut mengajak mereka berenang di dekat Gua Cukang Taneuh. Meski tak pernah sampai di sana, ia akhirnya terpaksa menerima undangan bule tersebut.

“Melihat airnya sangat jernih hingga ikan-ikan besar dan ikan hias terlihat jelas di dasar sungai, orang asing itu mengajak saya berenang. Mungkin sudah waktunya rombongan kami berenang dulu.

Lokasi green canyon pangandaran, tarif green canyon pangandaran, wisata green canyon pangandaran, green canyon pangandaran, paket wisata green canyon pangandaran, paket green canyon pangandaran, harga green canyon pangandaran, rafting green canyon pangandaran, wisata green canyon pangandaran jawa barat, hotel pangandaran green canyon, tiket green canyon pangandaran, penginapan green canyon pangandaran

Tulisan mengenai Objek Wisata Green Canyon Pangandaran bisa Anda baca di wartasembada.com.